Thursday, 9 March 2017

Management Housekeeping Sertifikasi Uji Kopetensi SMK

Uji Sertifikasi Profesi Dan Uji Kopetensi Bidang Housekeepng.

















Untuk housekeeping: “cara membersihkan kamar tamu”
1. Prepare trolley dan isi trolley dengan linen, guest ammenities dan guest suplies 
2.Setelah didepan kamar, knocking the door dan ucapkan housekeeping, jika tidak di jawab, ulangi 2x lagi. 
3. Lalu open the door, buka pintu sedikit dan jangan ada cahaya masuk ke dalam agar suara terdengar kedalam kamar dan ucapkan “excusme housekeeping”. 
4. Kemudian entering, Jika tetap tidak ada jawaban lalu buka pintu secara utuh dan nyalakan lampu, kemudian buka gordyn agar cahaya dapat masuk dari luar ruangan. 
5. Stripping the bed, buka susunan sheet dari kasur satu persatu, kibaskan untuk mengetahui bila ada barang tamu yang tertinggal. 
6. Checking, membuka lemari dan pintu / laci meja, bertujuan mengetahui bila ada barang tamu yang tertinggal dan bawa sheet kotor keluar dan masukan kedalam trolley.   
7. Making the bed, ambil sheet bersih dari trolley dan pasangkan pada kasur. 
8. Kemudian cleaning bathroom 
9. Lalu bersihkan furniture di kamar dengan furniture polish dan dust cloth 
10. Terakhir bila kamar menggunakan karpet,bersihkan kamar menggunkan vacum cleaner 
11. Bila kamar menggunakain lantai keramik, dusting menggunakan lobby duster
Ujian Praktik Kejuruan dapat dilaksanakan menggunakan standar yang ditetapkan oleh industri, Lembaga Sertifikasi Profesi dan perangkat uji yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Tempat-tempat uji kompetensi. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan UKK harus dinyatakan layak sebagai tempat uji kompetensi oleh koordinator Ujian Nasional Tingkat Provinsi atau Lembaga Sertifikasi Profesi. Perangkat ujian praktik yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersifat terbuka dan peserta uji dapat berlatih menggunakan perangkat ujian tersebut sebelum pelaksanaan ujian.
Uji Kompetensi adalah ajang dimana siswa dilakukan pengujian ketrampilan yang telah dikuasai. Hal ini dilakukan oleh pihak dunia industri (Hotel) dan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi).
 “Untuk itu, dengan sudah dimilikinya sertifikasi oleh para housekeeping hotel maka sikap jujur harus dikedepankan selain bekerja dengan baik.


Wednesday, 1 February 2017

HOTEL MANAGEMENT,WIRA USAHA
Salah satu usaha dari para mahasiswa dalam menjualkan produk yang mereka dapat dari pembelajaran di Akpar Majapahit Surabaya.Kerja keras dan Team Work yang kuat dalam mencapai sukses bersama.
Dengan usaha yang keras dalam memasarkan hasil karya mereka,dan juga melewati beberapa tantangan akhirnya para mahasiswa dapat menikmati hasil dari kerja keras mereka,jadi tunggu apalagi segera bergabung dengan kami di Akpar Majapahit Raya Jemur Sari no 244 Surabaya.


Monday, 30 January 2017


Thursday, 26 January 2017

  Pelatihan Housekeeping di Prigen


          AKPAR Majapahit kembali dipercaya Yayasan Kaliandra meng-handle pelatihan housekeeping (HK) kepada 15 karyawan Yayasan Kaliandra  yang berlokasi di Prigen, Pasuruan, Jatim.
      Sebelum terjun ke lapangan untuk praktek housekeeping,karyawan harus melalui sesi teori,agar apa yang mereka dapat selama di teori dapat di aplikasikan pada praktek nyata.
          Materi pelatihan pada hari pertama meliputi leadership dan basic minimum standard. Pada hari kedua, peserta dibekali tentang standard operation procedure (SOP). Hari ketiga tentang jobs description, sedangkan materi pada hari keempat meliputi conduct phone, don’t disturb, entering guest room, from complaint to compliment, hospitality attitude, check room status, check quality, I ensure that equipment is in good working, I ensure that the guest personal effects, I know and aware, I know how to answer telephone, I know the key issued, I clean refrigerator, loan intem, lost & found dan masih banyak lagi.
          Sementara itu pada pelatihan hari kelima, peserta dikenalkan tentang form-form yang biasa digunakan di housekeeping. Untuk pelatihan hari keenam diajarkan langkah-langkah pembersihan kamar sesuai standard internasional, sedangkan hari ketujuh materinya SOP dan hari kedelapan (terakhir) membahas tentang role play (mengevaluasi ulang materi hari pertama sampai ketujuh).
  Setelah sesi teori,mereka harus mampu mengaplikasikan pada praktek.Dan hasilnya meraka dapat melakukan dengan baik.
        
   

Jadi Asesor Kompetensi Housekeeping Berskala Nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) 
DOSEN D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit, R. Paulus W. Soetrisno M.Par, sejak 2013 silam resmi mengantongi sertifikat sebagai asesor kompetensi housekeeping berskala nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan Nomor Registrasi: 000.001679.2013.

Dengan bekal sertifikat sebagai asesor dari BNSP tersebut, maka aktivitas R. Paulus W. Soetrisno semakin menumpuk. Tidak hanya mengurusi mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit, tetapi juga menjadi asesor kompetensi housekeeping dari hotel ke hotel, sesuai penugasan dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Nasional.
Di Jatim sendiri ada dua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yakni LSP Pariwisata Nasional dan LSP Kohespa. Dua LSP ini merupakan kepanjangan tangan BNSP di daerah, khususnya di Surabaya dan Jatim pada umumnya.
Menurut Paulus, perusahaan (hotel) dinyatakan sehat itu kalau karyawannya mengikuti sertifikasi kompetensi profesi yang disyaratkan BNSP. Mengingat posisinya sebagai asesor kompetensi profesi housekeeping, maka penugasan dari LSP Pariwisata Nasional fokus pada bidang housekeeping di hotel-hotel.
Di industri pariwisata khususnya perhotelan, BNSP membagi beberapa asesor yakni Housekeeping, Food & Beverage (FB) Product (Kitchen dan Pastry), Front Office (FO) dan Food & Beverage Service (FBS), termasuk Bar dan Waiters atau Waitress.  
Nah, terkait dengan penugasan LSP Pariwisata Nasional, maka Paulus Soetrisno pada  hari Rabu (19/10/2016) lalu, mengasesori sejumlah karyawan Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya Jl. Raya Darmo No. 68-78 Surabaya bersama dua orang asesor lainnya.
Kemudian pada tanggal 10 dan 11 Oktober 2016, ia bersama empat asesor lainnya dari Surabaya dan Jakarta mendapat penugasan dari BNSP untuk mengasesori seorang pejabat hotel dalam Skema Okupasi Asean  di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.
Sementara itu, pada Rabu (31/08/2016) lalu, Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit ini juga mengasesori sejumlah karyawan The Sun Hotel Jl Letjen S. Parman No. 5 Madiun, khususnya kompetensi profesi housekeeping.
Sebelumnya Paulus W. Soetrisno juga mendapat penugasan dari LSP Pariwisata Nasional untuk mengasesori karyawan Hotel Bisanta Bidakara Surabaya, khususnya kompetensi profesi housekeeping. Kegiatan itu berlangsung pada Kamis (16/06/2016) dan Jumat (03/06/2016).
Di lingkungan Kampus Akpar Majapahit, selain R. Paulus W. Soetrisno M.Par, yang sudah mengantongi sertifikat sebagai asesor Pastry dan FB Product dari BNSP adalah Asisten Direktur II Bidang Keuangan dan Umum  Akpar Majapahit, Otje Herman Wibowo, SE., M.Par, Adeline Nadia Daniel menjadi asesor Kitchen dan FB Product serta Evie Mulyasari Dewi. S.Apt, juga menjadi asesor Kitchen dan FB Product.
Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa dan segenap civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya

Monday, 23 January 2017

KEWIRAUSAHAAN


Friday, 20 January 2017

SOP LOST AND FOUND


STANDARD OPERATING PROCEDURE
(PROSEDUR OPERASIONAL)
Departement : Housekeeping
Bagian             : Operasional
Prosedure      : Penanganan Barang –
                        Barang Lost & Found



                            PELAKSANA


STAF HOUSEKEEPING
Barang-barang yang diketemukan (Lost & Found Item)
Semua barang-barang Tamu yang tertinggal dan diketemukan oleh Karyawan / ti atau Tamu lain dilingkungan Hotel harus disimpan oleh bagian Lost & Found Housekeeping Department dengan ketentuan sebagai berikut :
  1. Semua jenis barang yang diketemukan oleh Karyawan/ ti atau Tamu lain harus segera dilaporkan dan diserahkan ke Housekeeping Department kemudian dicatat pada Lost & Found Book dan dibuatkan Lost & Found Slip. Barang Lost & Found disimpan ditempat penyimpanan yang khusus untuk keperluan ini.
  2. Apabila barang temuan tersebut menyangkut perkara hukum dan atau barang-barang yang mencurigakan, maka segera harus dilaporkan dan diserahkan ke Security guna dilakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.
  3. Petugas Housekeeping akan mencatat pada Lost & Found Book atau Slip dengan kelengkapan :
-          Nomor urut
-          Tanggal dan waktu diketemukan
-          Tempat / lokasi diketemukan
-          Jenis barang
-          Nama Tamu, Alamat, Perusahaan
-          Nama Karyawan / ti yang menemukan barang tersebut
-          Petugas yang menerima
-          Tanda tangan kedua petugas yang menyerahkan dan yang menerima barang temuan tersebut.
  1. Housekeeping Department membukukan semua barang-barang yang diketemukan dan dilaporkan secara rutin setiap bulan kepada General Manager dan Controller serta Chief Security dengan rincian sebagai berikut :
-          Nomor urut
-          Tanggal dan waktu diketemukan
-          Tempat / lokasi diketemukan
-          Jenis barang
-          Nama Tamu, alamat, Perusahaan
-          Nama Karyawan / ti yang menemukan barang tersebut
-          Petugas yang menerima
-          Daftar perkiraan nilai
-          Tanda tangan kedua petugas yang menyerahkan dan menerima barang
temuan tersebut.
-          Tempat penyimpanan barang (misal : Lost & Found – HK Office, Safe Deposit Box)
  1. Untuk barang-barang yang berharga seperti : emas, berlian, uang dan sebagainya akan disimpan di Safe Deposit Box – Front Office Department dalam suatu amplop tertutup dan diketahui / disaksikan oleh  : General Manager, Controller, Executive Housekeeper dan Chief Security. Kunci Safe Deposit tersebut disimpan oleh Controller dalam Safe Deposit yang berada di Accounting Department.
  2. Barang-barang akan disimpan menurut besar kecilnya nilai barang dengan ketentuan sebagai berikut :
-          Untuk barang-barang berharga seperti ( perhiasan, uang, peralatan lektronik, kamera dan sebagainya) akan disimpan dengan masa sedikitnya 6 (enam) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun.
-          Barang-barang lain yang di kategorikan kurang berharga serta barang konsumtif yang tidak dapat disimpan lama akan disimpan paling lama maksimum 3 (tiga) bulan dan sedikitnya 3 (tiga) hari.
  1. Selama dalam penyimpanan Manajemen, dalam hal ini Executive Housekeeper akan berusaha menghubungi pemilik jika diketahui bahwa barang tersebut
  1. Selama dalam penyimpanan Manajemen, dalam hal ini Management akan berusaha menghubungi pemilik jika diketahui bahwa barang tersebut dirasakan berharga.Dan batasnya selama 6 bulan.
  2. Apabila hingga batas waktu penyimpanan berakhir dan barang tersebut belum juga ada yang klaim / mengambil / mengakui barang tersebut, maka barang tersebut akan diperlakukan sebagai berikut :
-          Barang – barang berharga   menjadi    milik   Perusahaan   atau   dilelang   untuk keperluan perusahaan dan kepada penemu akan diberikan hadiah atau penghargaan yang wajar.
-          Hasil lelang dari barang tersebut akan dicatat sebagai Other Income Hotel.
-          Barang-barang yang dianggap kurang berharga atau tidak dapat disimpan lama akan dibagiakan kepada si penemu barang tersebut.
                 
9.   Terhadap barang-barang tertentu sebagaimana dimaksud dalam point 8 diatas terhadap barang-barang yang dikategorikan barang berharga dan ternyata setelah diadakan pelelangan ternyata tidak laku terjual secara lelang, maka sesuai dengan pertimbangan tertentu dari Manajemen, maka barang tersebut dapat diberikan kepada si penemu atau diberikan / disumbangkan kepada yayasan yatim piatu / fakir miskin.
  1. Dalam waktu - waktu tertentu, Management akan mengusulkan pengeluaran barang-barang untuk dilelang atau diberikan kepada penemu sesuai dengan ketentuan point 6 (enam). Barang-barang hanya dapat dikeluarkan dari tempat penyimpanan atas persetujuan Manajemen berdasarkan pengisian formulir, dengan rincian sebagai berikut :
-          Nama barang
-          Nomor urut dalam Lost & Found book / slip
-          Tanggal/ bulan / tahun
-          Alasan pengeluaran barang
-          Tanda tangan Manajemen sebagai tanda pengajuan yang terdiri atas :
Manager,Management
11. Barang-barang yang membahayakan dan mudah terbakar akan disimpan ditempat tersendiri serta memperhatikan tempat penyimpanannya.
ALAT BANTU
-   Lost Found Book





   

  






BTemplates.com

management housekeeping
Powered by Blogger.

Sample Text

Text Widget

About Me

My photo
saya senang dengan kebersihan,karna kebersihan adalah sebagian dari iman

About Me

My photo
saya senang dengan kebersihan,karna kebersihan adalah sebagian dari iman

Followers

Search This Blog

Pages

Popular Posts